Rabu, 01 Juni 2016

Ibu hamil dengan kekurangan energi kronik

KURANG ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL

Hasil gambar untuk ibu hamil kurang energi kronik

KURANG ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL

PENGERTIAN
  • Menurut Depkes RI (1994) pengukuran LILA pada kelompok wanita usia subur adalah salah satu cara untuk mendeteksi dini yang mudah dan dapat dilaksanakan oleh masyarakat awam, untuk mengetahui kelompok berisiko Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil adalah kekurangan gizi pada ibu hamil yang berlangsung lama (beberapa bulan atau tahun) (DepKes RI, 1999).
  • Risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) adalah keadaan dimana remaja putri/wanita mempunyai kecenderungan menderita KEK ( Arismas,2009).
  • Ibu KEK adalah ibu yang ukuran LILAnya < 23,5 cm dan dengan salah satu atau beberapa kriteria sebagai berikut : a.Berat badan ibu sebelum hamil < 42 kg. b.Tinggi badan ibu < 145 cm. c.Berat badan ibu pada kehamilan trimester III < 45 kg. d.Indeks masa tubuh (IMT) sebelum hamil < 17,00 e.Ibu menderita anemia (Hb < 11 gr %) (Weni, 2010). 
PENGUKURAN STATUS GIZI 

1.Pengukuran LILA 
  • Ada beberapa cara untuk dapat digunakan untuk mengetahui status gizi ibu hamil antara lain memantau pertambahan berat badan selama hamil, mengukur LILA, mengukur kadar Hb. Bentuk adan ukuran masa jaringan adala masa tubuh. Contoh ukuran masa jaringan adala LILA, berat badan, dan tebal lemak. Apabila ukuran ini rendah atau kecil, menunjukan keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita pada waktu pengukuran dilakukan. Pertambahan otot dan lemak di lengan berlangsung cepat selama tahun pertama kehidupan (Arisman,2009). 
  • Lingkaran Lengan Atas (LILA) mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot yang tidak berpengaruh banyak oleh cairan tubuh. Pengukuran ini berguna untuk skrining malnutrisi protein yang biasanya digunakan oleh DepKes untuk mendeteksi ibu hamil dengan resiko melahirkan BBLR bila LILA < 23,5 cm (Wirjatmadi B, 2007). Pengukuran LILA dimaksudkan untuk mengetahui apakah seseorang menderita Kurang Energi Kronis. Ambang batas LILA WUS dengan risiko KEK di Indonesia adalah 23.5 cm. Apabila ukuran kurang dari 23.5 cm atau dibagian merah pita LILA, artinya wanita tersebut mempunyai risiko KEK, dan diperkirakan akan melahirkan berat bayi lahir rendah ( Arisman, 2007) 
  • a.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalan pengukuran LILA 
  1. Pengukuran dilakukan dibagian tengah antara bahu dan siku lengan kiri. 
  2. Lengan harus dalam posisi bebas. 
  3. Lengan baju dan otot lengan dalam keadaan tidak tegang atau kencang. 
  4. Alat pengukur dalam keadaan baik dalam arti tidak kusut atau sudah dilipat-lipat sehingga permukaannya tidak rata (Arisman, 2007). 
  • b.Cara Mengukur LILA 
  1. Tetapkan posisi bahu dan siku 
  2. Letakkan pita antara bahu dan siku. 
  3. Tentukan titik tengah lengan. 
  4. Lingkaran pita LILA pada tengah lengan. 
  5. Pita jangan telalu ketat.
  6. Pita jangan terlalu longgar. 
  7. Cara pembacaan skala yang benar. (Arisman, 2007) 
2.Pengukuran Berat Badan 
  • Berat badan merupakan ukuran antropometris yang paling banyak digunakan karena parameter ini mudah dimengerti sekalipun oleh mereka yang buta huruf ( Arisma, 2009). 
  • Berat badan adalah satu parameter yang memberikan gambaran masa tubuh. Masa tubuh sangat sensitive terhadap perubahan-perubahan yang mendadak, misalnya karena terserang penyakit infeksi, menurunya nafsu makan atau menurunnya jumlah makan yang dikonsumsi. 
  • Pada prinsipnya ada dua macam timbangan yaitu beam (lever)balance scales dan spring scale. Contoh beam balance ialah dancing, dan spring scale adalah timbangan pegas. Karena pegas mudah melar timbangan jenis spring scsle tidak dianjurkan untuk digunakan berulang kali, apalagi pada lingkungan yang bersuhu panas. 
  • Berat badan ideal ibu hamil sebenarnya tidak ada rumusnya, tetapi rumusannya bisa dibuat yaitu dengan dasar penambahan berat ibu hamil tiap minggunya yang dikemukakan oleh para ahli berkisar antara 350-400 gram, kemudian berat badan yang ideal untuk seseorang agar dapat menopang beraktifitas normal yaitu dengan melihat berat badan yang sesuai dengan tinggi badan sebelum hamil, serta umur kehamilan sehingga rumusnya dapat dibuat. 
  • Dengan berbekal beberapa rumus ideal tentang berat badan, saya (penulis) dapat kembangkan menjadi rumus berat badan ideal untuk ibu hamil yaitu sebagai berikut : Dimana penjelasannya adalah BBIH adalah Berat Badan Ideal Ibu Hamil yang akan dicari. BBI = ( TB – 110) jika TB diatas 160 cm (TB – 105 ) jika TB dibawah 160 cm. Berat badan ideal ini merupakan pengembangan dari (TB-100) oleh Broca untuk orang Eropa dan disesuaikan oleh Katsura untuk orang Indonesia. UH adalah Umur kehamilan dalam minggu. Diambil perminggu agar kontrol faktor resiko penambahan berat badan dapat dengan dini diketahui. 0.35 adalah Tambahan berat badan kg per minggunya 350-400 gram diambil nilai terendah 350 gram atau 0.35 kg . Dasarnya diambil nilai terendah adalah penambahan berat badan lebih ditekankan pada kualitas (mutu) bukan pada kuantitas (banyaknya) (Supriasa, 2002). 
3.Pengukuran Tinggi Badan 
  • Tinggi badan merupakan parameter yang penting bagi keadaan yang telah lalu dan keadaan sekarang, jika umur tidak diketahui dengan tepat. Disamping itu tinggi badan merupakan ukuran kedua yang penting, karena dengan menghubungkan berat badan terhadap tinggi badan , factor umur dapat dikesampingkan. Ibu hamil pertama sangat membutuhkan perhatian khusus. 
  • Pengukuran tinggi badan bermaksud untuk menjadikanya sebagai bahan menentukan status gizi. Status gizi yang ditentukan dengan tinggi badan tergolong untuk mengukur pertumbuhan linier. Pertumbuhan linier adalah pertumbuhan tulang rangka, terutama rangka extrimitas (tungai dan lengan). Untuk tinggi badan peranan tungkai yang dominan. 
  • Pengukuran tinggu badan orang dewasa, atau yang sudah bisa berdiri digunakan alat microtoise (baca: mikrotoa) dengan skala maksimal 2 meter dengan ketelitian 0,1 cm. Apabila tidak tersedia mikrotoise dapat digunakan pita fibreglas (pita tukang jahit pakaian) dengan bantuan papan data dan tegak lurus dengan lantai. Pengukuran dengan pita fibreglass seperti ini harus menggukan alat bantu siku-siku. Persyaratan tempat pemasangan alat adalah didinding harus datar dan rata dan tegak lurus dengan lantai. Dinding yang memiliki banduk di bagian bawah (bisanya pada lantai keramik) tidak bisa digunakan. Hal yang harus diperhatikan saat pemasangan mikrotoise adalah saat sudah terpasang dan direntang maksimal ke lantai harus terbaca pada skala 0 cm. 
  • A.Cara Pengukuran Berdiri membelakangi dinding dimana microtoie terpasang dengan posisi siap santai (bukan siap militer), tangan disamping badan terkulai lemas, tumit, betis, pantat, tulang belikat dan kepala menempel di dinding. Pandangan lurus ke depan. Sebagai pegukur harus diperiksa ketentuan ini sebelum membaca hasil pengukuran. Tarik microtiose ke bawah sampai menempel ke kepala. Bagi terukur yang berjilbab agak sedikit ditekan agar pengaruh jilbab bisa diminimalisir. Untuk terukur yang memakai sanggul harus ditanggalkan lebih dahulu atau digeser ke bagia kiri kepala. Saat pengkuran, sandal, dan topi harus dilepas. Baca hasil ukur pada posisi tegak lurus dengan mata (sudut pandang mata dan skala microtoise harus sudut 90 derajat). Pada gambar di atas, apabila terukur lebuh tinggi dai Pengukur, maka pengukur harus menggunakan alat peningi agar posisi baca tegak lurus. Bacaan pada ketelitian 0,1 cm, artinya apabila tinggi terukur 160 cm, harus ditulis 160,0 cm (koma nol harus ditulis). Tinggi badan kurang dari 145 cm atau kurang merupakan salah satu risti pada ibu hamil. Luas panggul ibu dan besar kepala janin mungkin tidak proporsional, dalam hal ini ada dua kemungkinan yang terjadi: a.Panggul ibu sebagai jalan lahir ternyata sempit dengan janin/kepala tidak besar. b.Panggul ukuran normal tetapi anaknya besar/kepala besar. Pada kedua kemungkinan itu, bayi tidak dapat lahir melalui jalan lahir biasa, dan membutuhkan operasi Sesar. 
4.Indeks Masa Tumbuh 
  • Masalah kekurangan dan kelebihan gizi pada orang dewasa (usia 18 tahun keatas) merupakan masalah penting, karena selain mempunyai resiko penyakit-penyakit tertentu, juga dapat mempengarui produktif kerja. Laporan FAO /WHO/UNU tahun 1985 menyatakan bahwa batasan berat badan normal orang dewasa ditentukan oleh Body Mass Index (BMI). 
  • Di Indonesia istila Body Mass Index diterjemahkan menjadi Indekx Masa Tubuh (IMT) merupakan alat yang sederhana untu memantau status gizi orang dewasa khusunya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan, maka mempertahankan berat badan normal memungkinkan seseorang dapat mencapai usia harapan hidup lebih panjang. Berat badan dilihat dari Quatelet atau body mass Index (IMT). 
  • Ibu hamil dengan berat badan dibawah normal sering dihubungkan dengan abnormalitas kehamilan, berat badan lahir rendah. Sedangkan berat badan overweight meningkatkan resiko atau terjadi kesulitan dalam persalinan. Indeks massa tubuh (IMT) merupakan rumus matematis yang berkaitan dengan lemak tubuh orang dewasa (Arisman, 2009). 
  • Penilaian Indeks Masa Tumbuh diperoleh dengan memperhitungkan berat badan sebelum hamil dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat (Yuni, 2009). 
  • Rumus ini hanya cocok diterapkan pada mereka yang berusia antara 19-70 tahun, berstruktur tulang belakang normal, bukan atlet atau binaragawan. 
Tabel 2.2 Klasifikasi Status Gizi Berdasarkan IMT 
Status Gizi 
  1. IMT KKP I < 16 
  2. KKP II 16,0 -16,9 
  3. KKP III 17,0 - 18,4 
  4. Normal ≤18,5 - < 25 
  5. Obesitas I 25 - 29,9 
  6. Obesitas II 30 – 40 
  7. Obesitas III >40
Sumber: Arisman, 2009
 
Hasil gambar untuk ibu hamil kurang energi kronik

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KURANG ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL

1. Faktor Sosial Ekonomi
  • Faktor yang berperan dalam menentukan status kesehatan seseorang adalah tingkat sosial ekonomi (FKM UI, 2007). Ekonomi seseorang mempengaruhi dalam pemilihan makanan yang akan dikonsumsi sehari-harinya. Seseorang dengan ekonomi yang tinggi kemudian hamil maka kemungkinan besar sekali gzi yang dibutuhan tercukupi ditambah lagi adanya pemeriksaan membuat gizi ibu hamil semakin terpantau (Weni,2010). Sosial ekonomi merupakan gambaran tingkat kehidupan seseorang dalam masyarakat yang ditentukan dengan variabel pendapatan, pendidikan dan pekerjaan, karena ini dapat mempengaruhi aspek kehidupan termasuk pemeliharaan kesehatan (Notoatmodjo, 2006).
a.Pendidikan
  • Pendidikan sebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik (Umar, 2005). Faktor pendidikan mempengaruhi pola makan ibu hamil, tingkat pendidikan yang lebih tinggi diharapkan pengetahuan atau informasi tentang gizi yang dimiliki lebih baik sehingga bisa memenuhi asupan gizinya (FKM UI, 2007).
  • Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Pendidikan ibu adalah pendidikan formal ibu yang terakhir yang ditamatkan dan mempunyai ijazah dengan klasifikasi tamat SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi dengan diukur dengan cara dikelompokkan dan dipresentasikan dalam masing-masing klasifikasi (Depdikbud, 1997).
b.Pekerjaan
  • Pekerjaan adalah sesuatu perbuatan atau melakukan sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah guna untuk kehidupan (Kamus Besar Indonesia, 2008). Ibu yang sedang hamil harus mengurangi beban kerja yang terlalu berat karena akan memberikan dampak kurang baik terhadap kehamilannya (FKM UI, 2007). Kemampuan bekerja selama hamil dapat dipengaruhi oleh peningkatan berat badan dan perubahan sikap (Benson Ralph C, 2008). Resiko-resiko yang berhubungan dengan pekerjaan selama kehamilan termasuk :
  1. Berdiri lebih dari 3 jam sehari.
  2. Bekerja pada mesin pabrik terutama jika terjadi banyak getaran atau membutuhkan upaya yang besar untuk mengoperasikannya.
  3. Tugas-tugas fisik yang melelahkan seperti mengangkat, mendorong dan membersihkan.
  4. Jam kerja yang panjang (Curtis Glade B, 1999 ).
  • Kriteria pekerjaan dapat dibedakan menjadi buruh/pegawai tidak tetap, swasta, PNS/ABRI, tidak bekerja/ibu rumah tangga (Nursalam, 2001).
c.Pendapatan
  • Penerimaan baik berupa uang maupun barang, baik dari pihak lain maupun pihak sendiri dari pekerjan atau aktivitas yang kita lakukan dan dengan dinilai sebuah uang atas harga yang berlaku pada saat ini. Pendapatan seorang dapat dikatakan meningkat apabila kebutuhan pokok seorangpun akan meningkat. Suatu kegiatan yang dilakukan untuk menafkahi diri dan keluarganya dimana pekerjaan tersebut tidak ada yang mengatur dan dia bebas karena tidak ada etika yang mengatur.
  • Kemampuan keluarga untuk membeli bahan makanan antara lain tergantung pada besar kecilnya pendapatan keluarga, harga bahan makanan itu sendiri, serta tingkat penggelolaan sumber daya lahan dan pekarangan. Keluarga dengan pendapatan terbatas kemungkinan besar akan kurang dapat memenuhi kebutuhan akan makanannya terutama untuk memenuhi kebutuhan zat gizi dalam tubuhnya. Tingkat pendapatan dapat menentukan pola makan. Pendapatan merupakan faktor yang paling menentukan kualitas dan kuantitas hidangan. Semakin banyak mempunyai uang berarti semakin baik makanan yang diperoleh dengan kata lain semakin tinggi penghasilan, semakin besar pula prosentase dari penghasilan tersebut untuk membeli buah, sayuran dan beberapa jenis bahan makanan lainnya (FKM UI, 2007).
  • Berdasarkan survei pendapatan dan pengeluaran rumah tangga tahun 2010 oleh Badan Pusat Statistik, pendapatan untuk pedesaan dibedakan menjadi 3 golongan yaitu :
  1. Pendapatan rendah di bawah Rp. 790.000,-
  2. Pendapatan sedang Rp.790.000,- sampai. Rp.1.270.000,-
  3. Pendapatan tinggi di atas Rp. 1.270.000,-
(www.Informasi Upah Minimum Regional (UMR) Jombang Tahun 2010, 2011)

2.Faktor Jarak Kelahiran
  • Ibu dikatakan terlalu sering melahirkan bila jaraknya kurang dari 2 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa apabila keluarga dapat mengatur jarak antara kelahiran anaknya lebih dari 2 tahun maka anak akan memiliki probabilitas hidup lebih tinggi dan kondisi anaknya lebih sehat dibanding anak dengan jarak kelahiran dibawah 2 tahun. Jarak melahirkan yang terlalu dekat akan menyebabkan kualitas janin/anak yang rendah dan juga akan merugikan kesehatan ibu. Ibu tidak memperoleh kesempatan untuk memperbaiki tubuhnya sendiri (ibu memerlukan energi yang cukup untuk memulihkan keadaan setelah melahirkan anaknya). Dengan mengandung kembali maka akan menimbulkan masalah gizi ibu dan janin/bayi berikut yang dikandung (Baliwati, 2006). Berbagai penelitian membuktikan bahwa status gizi ibu hamil belum pulih sebelum 2 tahun pasca persalinan sebelumnya, oleh karena itu belum siap untuk kehamilan berikutnya (FKM UI, 2007). Selain itu kesehatan fisik dan rahim ibu yang masih menyusui sehingga dapat mempengaruhi KEK pada ibu hamil. Ibu hamil dengan persalinan terakhir ≥ 10 tahun yang lalu seolah-olah menghadapi kehamilan atau persalinan yang pertama lagi. Umur ibu biasanya lebih bertambah tua. Apabila asupan gizi ibu tidak terpenuhi maka dapat mempengaruhi KEK pada ibu hamil.
  • Kriteria jarak kelahiran dibagi menjadi 2, yaitu :
  1. Resiko rendah (≥ 2 tahun sampai < 10 tahun).
  2. Resiko tinggi (< 2 tahun atau ≥ 10 tahun) (Rochjati P, 2003).

3. Faktor Paritas
  • Paritas (jumlah anak) merupakan keadaan wanita yang berkaitan dengan jumlah anak yang dilahirkan. Paritas juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi ibu hamil. Paritas merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap hasil konsepsi. Perlu diwaspadai karena ibu pernah hamil atau melahirkan anak 4 kali atau lebih, maka kemungkinan banyak akan ditemui keadaan :
  1. Kesehatan terganggu : anemia, kurang gizi.
  2. Kekendoran pada dinding perut dan dinding rahim.
  • Kriteria paritas (jumlah anak) dibagi menjadi 2, yaitu :
  1. Partas rendah (< 4x kelahiran).
  2. Paritas tinggi (≥ 4x kelahiran).
  • Paritas (jumlah anak) merupakan keadaan wanita yang berkaitan dengan jumlah anak yang dilahirkan. Paritas juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi ibu hamil. Paritas merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap hasil konsepsi. Perlu diwaspadai karena ibu pernah hamil atau melahirkan anak 4 kali atau lebih, maka kemungkinan banyak akan ditemui keadaan :
  1. Kesehatan terganggu : anemia, kurang gizi.
  2. Kekendoran pada dinding perut dan dinding rahim.
  • Kriteria paritas (jumlah anak) dibagi menjadi 2, yaitu :
  1. Partas rendah (< 4x kelahiran).
  2. Paritas tinggi (≥ 4x kelahiran) (Roechjati P, 2003).

DAFTAR PUSTAKA

  1. Alimul, A.H. 2008. Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta: Salemba Medika
  2. Alimul, A.H. 2009. Metode Penelitian Kebidanan Teknnik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika
  3. Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta
  4. Depdikbud. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka
  5. Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta
  6. Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
  7. Prawirohardjo,Sarwono. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono
  8. Rukiyah. 2009. Asuhan Kebidanan I (Kehamilan). Jakarta: TIM
  9. Suyanto. 2009. Riset Kebidanan Metodologi dan Aplikasi. Jogjakarta: Mitra Cendikia Press
  10. Yuni. 2009. Perawatan Ibu Hamil. Jogyakarta : Fitramaya
  11. Weni. 2010. Gizi Ibu Hamil. Jogyakarta : Muha Medika
  12. Depkes RI. 1996. Pedoman Penaggulangan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis. Jakarta : Direktorat Pembinaan Kesehatan Masyarakat
  13. Arisman. 2007. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta : EGC
  14. Proverawati. 2009. Buku Ajar Gizi Untuk Kebidanan. Jogyakarta : Muha Medika
  15. Anonym. 2011. Upah Minimum Regional (http://Informasi Upah Minimum Regional (UMR) Jombang Tahun 2010,2011.com/)
  16. Rochjati,Poedji. 2003. Skrining Antenatal Pada Ibu Hamil. Surabaya : FK UNAIR
  17. Arisman. 2009. Gizi Dalam Daur Keidupan. Jogyakarta : Muha Medika

Selasa, 31 Mei 2016

Mengetahui Tanda-Tanda Kemungkinan dan Pasti Hamil

Tanda kehamilan dibedakan menjadi tiga yaitu tanda kemungkinan kehamilan, tidak pasti kehamilan dan tanda pasti kehamilan. Seperti apa tanda-tanda kemungkinan dan tanda pasti kehamilan, mari simak artikel ini.
Kehamilan merupakan perubahan fisik dan emosional yang dialami oleh wanita, sebelum kehamilan diketahui dengan adanya perubahan fisik yaitu perut membesar. Paling umum perubahan yang terjadi pada wanita adalah munculnya tanda-tanda kehamilan.
Tanda kehamilan dibedakan menjadi tiga yaitu tanda dugaan kehamilan atau dikenal dengan tanda tidak pasti kehamilan. Sedangkan untuk tanda kehamilan yang kedua adalah tanda kemungkinan kehamilan dimana kondisinya mendekati kehamilan pasti akan tetapi harus melakukan test kehamilan untuk dapat mendapatkan hasil yang akurat. Sedangkan yang ketiga adalah tanda pasti kehamilan.
Berikut ini adalah tanda-tanda kemungkinan kehamilan dan pasti kehamilan yang harus anda ketahui : tanda pasti hamil

Tanda Kemungkinan Hamil , diantaranya adalah :

1.Tanda Hegar
Tanda hegar dapat diketahui pada saat kehamilan berusia 6-8 minggu dengan melakukan rangkaian test bimanual. Tanda ini diketahui ketika meletakan dua jari pada forniks posterior dan satu tangan lainnya di bagian dinding perut atas simpisis pubis. Kondisi ibu hamil maka akan terasa korpus uteri yang seakan terpisah dengan serviks karena istmus sangat lembek pada saat hamil.
2.Tanda Piskacek
Merupakan suatu pembesaran uterus dimana kondisi tidak rata hingga menonjol jelas dimana jurusan uterus mengalami pembesaran. Kondisi ini karena uterus tumbuh cepat pada tempat implantasi ketika wanita ham il .
3.Tanda Braxton Hicks
Kontraksi yang berlangsung tidak teratur dan tanpa mengalami nyeri disebut juga dengan kontraksi Braxton Hicks. Kontraksi ini menunjukan bahwa kehamilan bukan ektopik.
4.Tanda Ballotement dan Tanda Chadwick
Tanda ballotement yaitu kehamilan muda pada usia 20 minggu dimana air ketuban jauh lebih baik untuk janin. ketika uterus ditekan maka janin akan mengalami melenting di dalam uterus , kondisi inilah yang dinamakan ballottement .
5.Meraba bagian anak
6.Kondisi ini dapat dilakukan bila janin sudah mulai membesar meskipun kadang-kadang pada kondisi ini tidak semuanya dapat dikategorikan kehamilan. Daput pula menjadi pertanda tumor seperti myoma, fibroma atau tumor lainnya yang dapat menyerupai bentuk anak .
7. Hasil Test
Hasil test yang negatif belum tentu merupakan pertanda bahwa anda tidak hamil dapat pula dikarenakan masih belum mendapatkan haid atau terlalu dini melakukan test kehamilan.Anda dapat melakukan test di hari hari selanjutnya untuk mengetahui janin.
Sedangkan untuk tanda-tanda pasti kehamilan diantaranya adalah sebagai berikut :
1.Gerakan janin di dalam rahim
Pada tanda kehamilan secara pasti gerakan janin di dalam rahim akan teraba gerakan janin secara pasti bahkan akan mulai teraba juga bagian-bagian janin. Hanya saja untuk mengetahui gerakan janin di dalam rahim baru ditemukan saat kehamilan memasuki beberapa minggu, bukan tanda awal kehamilan .
2. Denyut Jantung Janin
Tanda pasti kehamilan ciri-cirinya adalah denyut jantung janin dapat didengar melalu stetoskop-monorae leanec kemudian dapat dicetak dan didengarkan alat doppler.Daput pula jantung janin dicetak mengguanakan dengan alat/foto elektro kardiogram. Terakhir dapat juga terdengar dan terlihat melalui USG .

Dengan demikian tanda-tanda kehamilan yang sudah umum diketahui oleh masyarakat sebagai kehamilan belum tentu merupakan kehamilan bisa saja kehamilan yang terjadi merupakan kondisi gangguan kesehatan, Untuk memastikan kehamilan anda, sebaiknya konsultasikan dengan bidan atau dokter kandungan . 

Tips Menghitung Masa Subur Wanita setelah Menstruasi dengan Mudah


Tips Menghitung Masa Subur Wanita setelah Menstruasi dengan MudahMasa subur wanita setelah menstruasi adalah masa atau fase yang cukup penting bagi para wanita pribadi ataupun bagi para pasangan suami istri. Pasalnya bagi sepasang suami istri masa subur ini adalah masa atau fase yang paling tepat untuk melakukan hubungan suami istri jika ingin memiliki keturunan. Hal ini dikarenakan wanita tengah berada pada puncak kesuburannya sehingga prosentase kehamilan sangat tinggi. Apalagi jika ditambah sperma dari pria sedang berada pada kondisi yang prima, sehingga hasilnya akan lebih maksimal. Sayangnya masih banyak pasangan yang belum menyadari atau bahkan belum tahu kapan masa subur ini akan datang. Untuk itu kami akan mencoba membagikan informasi tentang bagaimana cara menghitung dan menentukan masa subur atau ovulasi, selamat membaca.

Menghitung Masa Subur Wanita Setelah Menstruasi dengan Cara Matematis

Pada umumnya ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk menghitung dan menentukan kapan Anda (wanita) mengalami masa subur. Cara yang paling mudah mungkin adalah dengan menggunakan kalkulator masa subur. Dan saat ini Anda pasti bisa mendapatkannya dengan mudah baik secara online ataupun dalam bentuk aplikasi pada gadget Anda. Namun pada dasarnya penghitungan masa subur secara manual pun tidak terlalu sulit, karena rumusnya pun cukup sederhana.
Masa subur wanita setelah menstruasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu puncak masa subur dan masa subur biasa. Di mana puncak masa subur biasanya akan terjadi pada 13 hari setelah seorang wanita mengalami haid hari pertama. Sedangkan masa subur biasa akan terjadi kurang lebih tiga hari setelah atau sebelum menuju puncak masa subur tersebut. Ok. Supaya lebih mudah kami akan berikan contoh bahwa haid hari pertama adalah tanggal 10.
Dengan demikian diketahui bahwa puncak masa subur diperkirakan akan terjadi pada tanggal 23 bulan itu. Sedangkan masa subur biasa akan terjadi pada tanggal 20, 21, 22 dan tanggal 24, 25, 26. Dan kesimpulannya pada bulan itu masa subur wanita terjadi mulai tanggal 20 sampai tanggal 26. Akan tetapi rumus menentukan masa subur wanita setelah menstruasi tersebut hanya berlaku bagi wanita yang memiliki siklus haid teratur. Lalu bagi wanita yang tidak memiliki siklus haid teratur, bagaimana cara menghitungnya?

Menghitung Masa Subur Wanita Setelah Haid yang Siklusnya Tidak Teratur

Nah, bagi para wanita yang siklus haidnya tidak teratur, Anda harus melakukan penghitungan yang agak sedikit rumit. Pasalnya Anda harus mencatat dan mengingat siklus haid Anda sekurang-kurangnya selama 6 bulan terakhir. Jika sudah, tentukan kapan siklus terpendek Anda dan siklus terpanjang Anda. Kemudian untuk siklus terpanjangnya kurangi dengan 11, dan hasilnya adalah hari subur terakhir pada siklus haid terakhir Anda. Sedangkan siklus terpendek dikurangi 18 dan Anda akan mendapatkan hari pertama masa subur Anda pada bulan tersebut.
Ok. Supaya Anda lebih paham kami akan berikan contoh nyatanya. Misalnya siklus haid terpanjang Anda adalah 31 hari dan siklus terpendeknya adalah 26 hari. Maka dari itu 31 – 11 = 20 dan 26 – 18 = 8. Dengan demikian bisa ditentukan bahwa masa subur Anda pada bulan tersebut bisa terjadi mulai dari hari ke-8 sampai hari ke-20.

Kamis, 26 Mei 2016

PERSONAL HYGIENE (PERAWATAN DIRI) PADA IBU NIFAS



Nama              : Nurul Abshaari
Nim                 :14211607
Judul               : ibu nifas

PERSONAL HYGIENE (PERAWATAN DIRI) PADA IBU NIFAS
Pengertian Masa Nifas
Masa nifas atau puerperium adalah masa setelah plasenta lahir dan ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung selama kira-kira 6 minggu.
Masa nifas adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, plasenta, serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu atau 40 hari.
Sasaran   
  Ibu-Ibu Nifas antara hari pertama sampai 6 minggu
Pengertian Perawatan Diri (Personal Hygiene)
Personal Hygiene berasal dari bahasa Yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene berarti sehat. Kebersihan seseoang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseoran untuk kesejahteraan fisik dan psikis.
Tujuan melakukan Personal Hygiene
  1. Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
  2. Memelihara kebersihan diri seseorang
  3. Memperbaiki personal hyiene yang kurang
  4. Mencegah penyakit
  5. Menciptakan keindahan
  6. Meningkatkan rasa percaya diri
Kebutuhan Personal Hygiene pada Ibu
Kebersihan diri ibu membantu mengurangi sumber infeksi dan meningkatkan perasaan nyaman pada ibu. Anjurkan ibu unutuk menjaga kebersihan diri dengan cara mandi yang teratur minimal 2 kali sehari, mengganti pakaian dan alas tempat tidur serta lingkungan dimana ibu tinggal.
Ibu harus tetap bersih, segar dan wangi. Merawat perineum dengan baik dengan menggunakan antiseptik (PK / Dethol) dan selalu diingat bahwa membersihkan perineum dari arah depan ke belakang.
Jaga kebersihan diri secara keseluruhan untuk menghindari infeksi, baik pada luka jahitan maupun kulit



a.Pakaian

Sebaiknya pakaian terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat karena produksi keringat menjadi banyak. Produksi keringat yang tinggi berguna untuk menghilangkan ekstra volume saat hamil. Sebaiknya, pakaian agak longgar di daerah dada sehingga payudara tidak tertekan dan kering. Demikian juga dengan pakaian dalam, agar tidak terjadi iritasi (lecet) pada daerah sekitarnya akibat lochea.
b.Kebersihan rambut
Setelah bayi lahir, ibu mungkin akan mengalami kerontokan rambut akibat gangguan perubahan hormon sehingga keadaannya menjadi lebih tipis dibandingkan keadaan normal. Jumlah dan lamanya kerontokan berbeda-beda antara satu wanita dengan wanita yang lain. Meskipun demikian, kebanyakan akan pulih setelah beberapa bulan. Cuci rambut dengan conditioner yang cukup, lalu menggunakan sisir yang lembut. Hindari penggunaan pengering rambut.
c.Kebersihan kulit
Setelah persalinan, ekstra cairan tubuh yang dibutuhkan saat hamil akan dikeluarkan kembali melalui air seni dan keringat untuk menghilangkan pembengkakan pada wajah, kaki, betis, dan tangan ibu. oleh karena itu, dalam minggu-minggu pertama setelah melahirkan, ibu akan merasakan jumlah keringat yang lebih banyak dari biasanya. Usahakan mandi lebih sering dan jaga agar kulit tetap kering.
d.Kebersihan vulva dan sekitarnya.
  • Mengajarkan ibu membersihkan daerah kelamin dengan cara membersihkan daerah di sekitar vulva terlebih dahulu, dari depan ke belakang, baru kemudian membersihkan daerah sekitar anus. Bersihkan vulva setiap kali buang air kecil atau besar.
  • Sarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya dua kali sehari. Kain dapat digunakan ulang jika telah dicuci dengan baik dan dikeringkan di bawah matahari atau disetrika.
  • Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya.
  • Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi, sarankan kepada ibu untuk menghindari menyentuh luka, cebok dengan air dingin atau cuci menggunakan sabun.
    Perawatan luka perineum bertujuan untuk mencegah infeksi, meningkatkan rasa nyaman dan mempercepat penyembuhan. Perawatan luka perineum dapat dilakukan dengan cara mencuci daerah genital dengan air dan sabun setiap kali habis BAK/BAB yang dimulai dengan mencuci bagian depan, baru kenudian daerah anus. Sebelum dan sesudahnya ibu dianjukan untuk mencuci tangan. Pembalut hendaknya diganti minimal 2 kali sehari. Bila pembalut yang dipakai ibu bukan pembalut habis pakai, pembalut dapat dipakai kembali dengan dicuci, dijemur dibawah sinar matahari dan disetrika.
  • Akibat Kurangnya atau tidak Menjaga Personal Hygiene :
  • Ibu Mudah Sakit
  • Ibu terlihat kotor/ kurang bersih
  • Bayi ibu sakit
  • Ibu kurang percaya diri
  • Ibu mengalami infeksi  
SUMBER :
Saleha, Sitti.2009. Asuhan kebidanan pada Masa Nifas.Makasar : Salemba Medika

KANKER PAYUDARA



KANKER PAYUDARA
Berdasarkan data dari rekam medis RS Kanker Dharmais 2010, saat ini kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh perempuan. Di RS Dharmais sendiri, kanker payudara menduduki peringkat pertama dari 10 kanker terbesar. Hampir 85% pasien kanker payudara datang ke rumah sakit dalam keadaan stadium lanjut. Hal ini akan mempengaruhi prognosis dan tingkat kesembuhan pasien. Padahal jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal, maka tingkat kesembuhan pasien akan sangat baik.

Untuk menemukan kanker payudara dalam stadium awal, yang diperlukan adalah deteksi dini. Dianjurkan kepada perempuan di bawah usia 35 tahun untuk melakukan USG payudara dan perempuan dengan usia di atas 35 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mammografi satu tahun sekali. Dengan melakukan deteksi dini maka jika akan mudah ditemukan jika ada tumor dalam ukuran yang masih kecil sekalipun dan akan lebih cepat dilakukan tindakan pengobatan ataupun operasi.

Pencegahan merupakan hal yang paling penting daripada pengobatan. Pencegahan juga jauh lebih murah daripada pengobatan.Untuk mencegah kanker payudara, ada hal yang sangat mudah dan tanpa harus mengeluarkan biaya. Pencegahan tersebut adalah dengan melakukan SADARI ( Periksa Payudara Sendiri) secara rutin setiap bulan. Tentang SADARI telah dijelaskan dalam artikel mengenai SADARI.

Pada saat melakukan SADARI, jika ditemukan tanda-tanda kanker payudara, maka hendaknya langsung memeriksakan diri ke RS untuk melakukan pemeriksaan diagnostik lebih lanjut.

Tanda-tanda kanker payudara adalah :
•    Teraba benjolan di payudara. Benjolan seringkali tidak berasa nyeri
•    Terdapat perubahan tekstur kulit payudara.Kulit payudara mengeras dengan permukann seperti  kulit jeruk
•    Terdapat luka yang tidak kunjung sembuh
•    Keluar cairan dari putting
•    Terdapat cekungan ataupun tarikan di kulit payudara

Setiap perempuan mempunyai risiko untuk terkena kanker payudara. Namun ada beberapa perempuan yang mempunyai faktor risiko lebih tinggi untuk terkena kanker payudara dibandingkan dengan perempuan lain. Faktor risiko artinya faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya kanker payudara pada perempuan. Jika seorang perempuan mempunyai faktor risiko, belum tentu dia akan terkena kanker payudara. Namun seorang perempuan tadi mempunyai peluang yang lebih besar untuk terkena kanker payudara dibandingkan dengan perempuan yang mempunyai faktor risiko rendah dalam dirinya.

Faktor-faktor risiko yang memungkinkan terjadinya kanker payudara adalah :
•    Perempuan yang tidak menikah, tidak hamil, dan tidak menyusui
•    Perempuan dengan riwayat tumor jinak payudara
•    Perempuan yang mempunyai keluarga garis keturunan ibu (ibu, bibi, saudara perempuan) yang menderita kanker payudara  
•    Perempuan yang menggunakan KB hormonal (pil, suntik)
•    Sering mengkonsumsi makanan berlemak 
•    Perempuan yang menstruasi pertama kali di bawah usia 12 tahun
•    Perempuan yang menopause di atas usia 50 tahun

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)
Berikut Lima Langkah Sederhana Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)
Pencegahan kanker payudara yang paling murah dan mudah adalah dengan melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) setiap bulan dengan rutin. Dengan SADARI, wanita dapat memahami perubahan sekecil mungkin di payudara mereka. Jika terdapat tanda tanda kanker  payudara , dapat langsung ditemukan dalam stadium awal sehingga tingkat kesembuhan akan tinggi.

Langkah 1: Mulailah dengan melihat payudara anda di cermin dengan bahu lurus dan lengan di pinggang.
 

Inilah yang mesti dicari:
 
* Apakah payudara anda memiliki ukuran, bentuk, dan warna seperti biasanya, kita harus curiga apabila payudara memiliki besar yang tidak sama atau asimetris
* Penampakan payudara rata tanpa terlihat distorsi atau bengkak.
Jika Anda melihat perubahan berikut, bawalah ke dokter untuk diperiksa:
 
* Dimpling (permukaan tertarik/cekung), puckering (kerutan), atau bengkak pada kulit
* Puting susu berubah posisi atau tertarik (terdorong dan tertarik ke dalam)
* Kemerahan, rasa nyeri, ruam, atau pembengkakan.

Langkah 2: Angkat lengan dan cari perubahan yang sama.
Langkah 3: Ketika di depan cermin cari tanda-tanda apapun cairan yang keluar/berasal dari salah satu atau kedua putting susu (ini bisa jadi cairan seperti susu, kuning atau darah).
 

Langkah 4: Selanjutnya, periksa payudara anda sementara berbaring, gunakan tangan kanan untuk memeriksa payudara kiri dan gunakan tangan kiri untuk memeriksa payudara kanan. Palpasi (perabaan) dilakukan dengan perlahan, sentuhan lembut dengan 3 ujung jari tangan secara bersamaan. Lakukan melingkar setiap bagian payudara.
 
Tekan seluruh payudara dari atas ke bawah, dari satu sisi ke sisi lain – dari bagian atas ke arah perut, dan dari ketiak ke tengah.
 
Mengikuti pola tersebut. Anda dapat mulai memeriksa puting susu, bergerak ke bagian yang lebih besar dan lebih besar hingga mencapai tepi luar dari payudara. Anda juga dapat memindahkan jari-jari anda secara vertikal ke atas dan ke bawah. Pastikan untuk merasakan semua jaringan dari depan sampai belakang payudara: untuk kulit dan jaringan di bawahnya, gunakan tekanan ringan. Sedangkan untuk jaringan yang lebih dalam gunakan tekanan yang kuat.
 
 Langkah 5: Rasakan payudara anda sambil berdiri atau duduk. Banyak wanita yang menemukan cara yang mudah untuk memeriksa payudara mereka yaitu ketika kulit mereka basah dan licin dengan melakukan langkah ini di shower (sementara mandi). Menekan seluruh payudara melakukan gerakan tangan yang sama seperti dijelaskan pada Langkah 4.
 

Waktu yang tepat untuk SADARI : 10 hari setelah menstruasi dihitung dari hari pertama menstruasi.